Popular Post

Popular Posts

Posted by : Unknown Rabu, 09 September 2015

DESA SUMBEREJO

Menurut cerita dari sesepuh di desa sumberjo + 1876 ada seorang pesanggem atau penggarap lahan tidur kala itu (boro istilah dalam bahasa jawa). Konon orang tersebut berasal dari daerah sekitar, tidak jauh dari tempat boro tersebut yang tidak diketahui persis asal usulnya dan menetap di dekat lahan yang mereka garap. Dia melakukan aktfitas layaknya kehidupan orang sekarang. Bertahun-tahun mereka tinggal ditempat tersebut, konon ditempat tersebut hidup beberapa pohon kemenjing yang lebat dan berpohon besar, maka dengan mudahnya mereka menamakan tempat yang mereka dengan “kemenjing”. Nama tersebut diangkat dari nama sebuah poon kemenjing dan nama kemenjing sampai saat ini masih sering disebut sebagian orang khususnya dari desa tetangga.

Nama kemenjing sendiri diakui masyarakat sumberjo bahwa yang memberi nama julukan tersebut tidak lain yaitu “Mbah Ganeo” dan beliaulah satu-satunya pendiri desa sumberjo. Mbah ganeyo dan nyai bogel menurunkan satu anak yang diberi nama juwul atau juwol. Letak geografis desa kemennjing tanahnya sangat curing dan terjal bahkan saat itu sebagian wilayah masih berupa hutan dan berbatasan langsung dengan hutan, tepatnya sebelah timur  desa sumberejo yang sekarang.
Melihat kondisi yang demikian mbah ganeyo merasa kurang nyaman dalam kehidupannya. Disamping sering diganggu binatang bahkan sering dihantui gangguan mahluk halus. Terlebih karena kemenjing termasuk dataran yang agak tinggi dari permukaan air laut masalah air bersih sering dia kesulitan.
Dari kondisi itulah maka mbah ganeyo beserta keluarganya memutuskan untuk berpindah dari desa kemenjing. Tempat yang baru akhirnya dijadikan pemukiman + 70 km ke arah barat dari desa kemenjing dan beliau berpindah dipeukiman yang baru itu kondisi geografisnya agak datar dan terbilang cukup luas hamparan rumput yang bisa secara langsung untuk pendirian sebuah rumah.

Disini kehidupan mbah ganeyo terbilang sedikit maju dan cara-cara bercocok tanam sampai cara pergaulan dengan desa tetangga. Di pemukiman baru inilah nama sumberejo timbul, awalnya mbah ganeyo berniat menggali sumur, namun mbah ganeyo tercengang kaget, begitu baru berkisar satu meter saja mbah ganeyo melakukan penggaliannamun air sudah begitu derasnya. Disamping itu airnya juga sangat jernih karena kondisi kultur tanah yang baik, serta banyaknya pepohonan yang masih rindang yang mampu menahan debit air beserta penyaringan air secara tidak langsung. Dari kejadian itulah mbah ganeyo berpendapat atau memberikan julukan pemukiman yang baru itu dengan sebutan sumberejo atau desa sumberejo yang sampai sekarang kita kenal. Julukan tersebut bisa diartikan sumber artinya mata air dan rejo sendiri berarti ramai atau banyak. Maka tidaklah heran sampai saat ini khususnya air bersih di desa sumberejo tidka jadi permasalahan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat desa sumberejo.


{ 1 komentar... read them below or add one }

- Copyright © 2013 Haikal Bloggers - Powered by Blogger - Distributed By Blogger Themes - Designed by Johanes Djogan